Sejarah Dan Pemerintahan Kekaisaran Rusia

Sejarah Dan Pemerintahan Kekaisaran Rusia

Sejarah Dan Pemerintahan Kekaisaran Rusia – Imperium Rusia merupakan imperium yang sempat berdiri antara 1721- 1917 dengan area melingkupi Eropa, Asia, sampai Amerika Utara.

echelon-russia.com Dengan area menghampar di 3 daratan, imperium ini tercantum salah satu kerajaan terbanyak dalam asal usul bumi.

Baca Juga :  Wisata Tavares Presiden Belarus Dan Rusia 2021

Pada masanya, penduduknya menggapai 176, 4 juta jiwa, terbanyak ketiga di bumi sehabis Bangsa Qing di Cina serta Kekaisaran Britania.

Sepanjang nyaris 2 era berdiri, Imperium Rusia diperintah oleh suksesi Ketsaran Rusia yang bergelar kaisar.

Penggulingan Kaisar Nicholas II pada 15 Maret 1917 men catat berakhirnya imperium serta Bangsa Romanov yang berdaulat.

Imperium ini jadi salah satu kerajaan terakhir di Eropa yang meninggalkan sistem despotisme mutlak.

Asal usul Imperium Rusia

Imperium Rusia dibuat oleh Pyotr I ataupun Peter yang Agung sehabis Akad Nystad( 1721) dengan lawannya, Swedia.

Akad itu bawa profit kedaerahan untuk Pyotr I serta diiringi dengan kemenangan tentara yang lain.

Selaku generasi Bangsa Romanov yang berdaulat di Rusia semenjak dini 1600- an, Pyotr I berniat buat mengganti kerajaan Rusia yang dahulu terasing jadi negeri modern yang besar.

Pyotr I setelah itu memberitahukan sistem otokrasi yang dianut oleh negara- negara Eropa pada biasanya ke negaranya.

Semenjak dikala itu, Rusia hadapi kemajuan cepat nyaris di seluruh zona, sebab pengembangan di aspek pabrik serta perdagangan.

Kemajuan Imperium Rusia

Sehabis kematian Pyotr I pada 1725, penguasa yang terbatas amat mempengaruhi merupakan Maharani Yekaterina II, yang berdaulat antara 1762- 1796.

Rezim Yekaterina II diisyarati dengan keberhasilannya mereformasi dalam kerajaan serta meningkatkan negaranya.

Lewat perluasan kedaerahan serta kebijaksanaan yang ahli, Yekaterina II sanggup menguatkan posisi Rusia selaku daya yang berarti pada era ke- 18 serta ke- 19.

Kebangkitan Imperium Rusia bersamaan dengan runtuhnya daya para rivalnya, semacam Imperium Swedia, Persekutuan Polandia- Lithuania, Persia, Imperium Ottoman, serta Tiongkok Manchu.

Imperium Rusia pula memainkan kedudukan berarti pada 1812–1814 dalam menaklukkan tekad Napoleon Bonaparte buat mengatur Eropa.

Penerus Pyotr I serta Yeakterina II sukses bawa Imperium Rusia bertumbuh ke barat serta selatan sampai jadi salah satu kerajaan Eropa terkuat selama era yang mempunyai pertahanan tentara dan angkatan laut yang mencukupi.

Sistem pemerintahan

Imperium Rusia ialah suatu despotisme mutlak, di mana para kaisarnya lalu mengaplikasikan sistem rezim otokratis.

Sehabis naik takhta, Pyotr I mengganti gelarnya dari tsar jadi imperator( kaisar).

Biarpun begitu, penguasa Rusia senantiasa diucap tsar oleh pihak non- Rusia hingga runtuhnya imperium pada 1917.

Pada era rezim Pyotr I, Rusia dipecah jadi 8 gubernia( provinsi administratif), ialah Moskow, Ingria, Kiev, Smolensk, Arkhangelsk, Kazan, Azov, serta Siberia.

Tiap gubernia diperintah oleh gubernur, yang mengetuai 8 sampai 12 badan.

Area gubernia hendak dipecah lagi jadi sebagian dolia( bagian), serta di tiap dolia ada kepala yang bekerja mengakulasi pajak.

Pajak ini dipakai buat membiayai gerombolan tentara serta angkatan laut kala Imperium Rusia bertarung.

Tidak hanya itu, Pyotr I pula membuat 12 badan yang terdiri dari 3 badan buat memantau hal negeri, 3 badan buat memantau finansial, 3 badan buat memantau pabrik serta perdagangan, sedangkan 3 yang lain buat menanggulangi permasalahan peradilan, tanah, serta kotamadya imperium.

Kala Yekaterina II berdaulat, beberapa besar dari 12 badan yang dibangun Pyotr I dihapus.

Tidak hanya itu, beliau pula menaikkan jumlah gubernia dari 8 jadi 50.

Kejatuhan Imperium Rusia

Penguasa terakhir dari Bangsa Romanov, Nicholas II( 1868- 1918), naik takhta pada 1894.

Kala berdaulat, beliau menyangkal jeritan khalayak buat membuat rezim konstitusional serta justru meneruskan revolusi pabrik.

Perihal inilah yang mengakibatkan serangkaian aksi pembaruan dari kalangan intelektual serta para orang tani.

Sehabis Rusia takluk dalam Perang Rusia- Jepang( 1904- 1905), Nicholas II berusaha buat melaksanakan pembaruan, namun telah telanjur.

Ketegangan yang terjalin di Imperium Rusia selesai kala Nicholas II mengundurkan diri pada 1917.

Pada kesimpulannya, Partai Komunis Bolshevik berhasil serta mendirikan Uni Soviet.