Polres Surakarta Tangkap 3 Pelaku Mucikari Porstitusi Anak Bawah Umur

Polres Surakarta Tangkap 3 Pelaku Mucikari Porstitusi Anak Bawah Umur

echelon-russia – Polres Kota Surakarta, Jawa Tengah, menangkap sekaligus menahan 3 pelaku yang diduga ikut serta tindak pidana eksploitasi seksual terhadap gadis di bawah umur di Kota Solo.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak, di Solo, Rabu, berkata 3 pelaku diduga terlibat melakukan eksploitasi secara ekonomi serta seksual itu, ialah Langit( 35) masyarakat Jebres Kota Solo, Wes( 21) masyarakat Pancoran Jakarta, serta Dah( 20) masyarakat Mojogedang Karanganyar, sudah ditahan di Mapolresta Surakarta buat proses hukum.

Kapolres menjelaskan Langit berperan sebagai mucikari yang menawarkan anak di bawah umur pada pelanggan lewat daring, sebaliknya Wes serta Dah yang ikut mengantar korban ke penginapan, sesuai pesanan klien.

“Ada tiga anak di bawah umur yang menjadi korban oleh Langit, yakni korban berinisial N (15), D (16), dan R (16),” kata Kapolres, dikutip Antara.

Peristiwa itu terbongkar setelah tim Cyber Polresta Surakarta melakukan patroli di ruang media sosial, pada 6 Maret 2021 menemukan indikasi seseorang yang mentramisikan informasi elektronik yang mengandung pelanggaran unsur kesusilaan.

“Kami kemudian menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan terhadap akun Facebook milik Langit, di mana akun ini dinamai Kunthuli Bae. Modusnya, Langit mentramisikan informasi elektonik berupa percakapan yang menarasikan tawaran open booking order (BO),” kata Kapolres.

Bila terdapat klien yang tertarik yang di informasikan oleh pelaku Langit ini, setelah itu memberikan no hp Whatsapp( WA), serta setelah itu klien hendak bertamu lewat obrolan di WA.

Bila klien tertarik , pelaku hendak mengirimkan gambar korban anak di bawah umur yang hendak dieksploitasi secara seksual, ialah bernama samaran N, D, serta R.

“Setelah terjadi transaksi dengan calon pelanggan, Langit kemudian menyuruh pelaku lain yakni Wes dan Dah untuk mengantar ke calon pelanggan ke salah satu hotel di kawasan Gilingan Banjarsari Solo,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim Kompol Purbo Adjar Waskito.

Langit dalam pengecekan mengaku hasil transaksi dengan pelanggannya, masing – masing korban dieksploitasi dengan harga Rp500.000, di mana tiap transaksi pelaku hendak menerima Rp300. 000, sebaliknya korban diberikan Rp200. 000.

Dari hasil investigasi tim Satuan Reskrim Polresta Surakarta, tutur Kapolres, tindak pidana eksploitasi secara seksual terhadap korban sejak 2020 hingga sekarang. Korban N sudah dieksploitasi secara seksual sebanyak tujuh kali, D tiga kali, dan R dua kali oleh pelaku Langit itu.

Tidak hanya itu, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti dari tangan pelaku berupa uang cash sebanyak Rp1, 08 juta, satu unit telepon seluler merk Redmi, satu telepon seluler merk Oppo, satu unit sepeda motor Yamaha Mio nopol AD 6022 QS, serta satu unit sepeda motor Honda Vario nopol AD 4266 AEF, serta tas berisi peralatan kontrasepsi.

Atas perbuatan para pelaku dijerat dengan Pasal 76 i Junto Pasal 88 Undang-Undang (UU) RI No.35/2014, tentang perubahan atas UU RI No.13/2002. tentang Perlindungn Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp200 juta.

Selain itu, pelaku juga dan atau dijerat pasal 45 ayat 1 UU RI Nomor/19/2016, tentang perubahan atas UU RI Nomor.11/2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atak denda uang Rp1 miliar.

Ketiga korban mengenal pelaku melalui media sosial, dan korban dengan cara diiming-imingi untuk bisa diekploitasi baik secara ekonomi maupun seksual.

Ketiga korban anak putus sekolah ini akan diserahkan ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Laweyan Solo untuk mendapatkan rehabilitasi.

“Kami berharap mental korban dipulihkan kembali dan untuk mendapatkan pembekalan keterampilan agar tidak terjerat oleh iming-iming orang yang memanfaatkan situasi untuk mengeksploitasi yang bersangkutan baik secara ekonomi maupun sosial,” kata Kapolres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *