Polisi Menangkap 11 Pemuda Bitung Yang Merakit Panah Wayer

echelon-russia – Tim penyidik ​​Bareskrim Polres Bitung menangkap 11 pemuda dari Jalan Maesa, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada Senin (29/3/2021). yang diduga merakit ratusan sistem senjata tajam.

Polisi Menangkap 11 Pemuda Bitung Yang Merakit Panah Wayer

Pelaku berinisial JT (23), ME (20), FD (19), SB (17), RB (24), MN (22), AM (17), DB (16), VS (16) , LP (22) dan FR (25). Penangkapan itu karena hasil pengembangan dari kepolisian Bitung, yang dilakukan sejak Minggu malam.

Pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda di dekat distrik Maesa Kota Bitung. Diduga, anak panah tersebut digunakan oleh para penjahat untuk melakukan kejahatan atau melukai orang lain.

Saat merakit panah wayer, para pelaku memainkan peran yang berbeda. Pelaku BPR berperan dalam bahan yang digunakan untuk membuat panah dari jeruji sepeda motor yang diambil dari pelaku LP.

Kemudian ME, JT, DB, VS dan MN berperan dalam mengikat tali ke pegangan pelempar panah. Sementara itu, pelaku FD dan SB sedang mencari kayu untuk membuat gagang pelontar di belakang rumah AM, yang juga digunakan sebagai tempat berkumpul. Saat mereka menyusun panah wayer, mereka merekamnya dengan ponsel mereka dan mengunggahnya ke media sosial sempat viral.

Pelaku berhasil membuat 13 buah pelontar dan ratusan anak panah, kemudian menyimpannya dalam kotak mie instan di rumah RB.

Dari 21 Februari hingga penangkapannya selama sekitar satu bulan, orang-orang sangat curiga bahwa Panah wayer tersebar dan digunakan di antara mereka. Sisanya yang berhasil diperbaiki adalah 6 pelontar dan 14 anak panah.

Saat diinterogasi, alasan mereka merakit panah penunjuk adalah karena mereka memiliki dendam terhadap pihak lain, dan hasil rakitan itu untuk berjaga-jaga. Namun hal tersebut tidak dapat dikatakan masuk akal, karena dapat mengancam keselamatan jiwa orang lain.

Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Sulut, mengatakan para pelaku dan barang bukti anak panah wayer, pelontar, dan parang dari pelaku telah diamankan di mapolres Bitung.

Abast mengatakan, “Mereka akan diperiksa lebih lanjut oleh pihak penyidik Polres Bitung,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *